Kamis, 14 April 2011

Membuka Hati (Padmajaya)

:________________________________________

Hati adalah :
- Kunci hubungan kepada Tuhan YME
- Pusat ketenangan
- Pusat kedamaian
- Pusat kebahagiaan sejati
- Kunci kesehatan fisik, mental dan emosional
- Kunci kemajuan spiritual dalam hal ini spiritual= pendekatan diri kepada Tuhan YME dengan membuka hati dan pasrah kepadaNya dalam hidup sehari-hari
spirit = diri sejati yang berada di dalam hati
spiritual = mengandalkan hati & berkat Tuhan YME
Dengan Hati yang terbuka kepada Tuhan YME maka :
- kita menjadi lebih dekat kepada Tuhan YME
- Berdoa kepada Tuhan dari hati
- Melakukan perbuatan baik kepada sesama dengan kasih
- Mensyukuri berkat Tuhan lebih baik
- Lebih pasrah
- Jauh dari stress
- Ringan, tenang, damai dan bahagia
- Sehat secara mental, fisik dan emosional
- Mengenali kebenaran sejati

Hati itu apa ?
- Pusat perasaan karena diri sejati kita yang adalah dzat dari Sang Pencipta berada di dalam hati
- Kunci hubungan kepada Tuhan YME, karena keberadaan diri sejati yang adalah dzat Sang Pencipta didalam hati. Otak dan tubuh fisik hanyalah sesuatu yang bersifat sementara
- Pusat penerimaan berkat Tuhan YME
- Pusat ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan sejati yang berasal dari berkat Tuhan YME yang diterima oleh hati
Hati terletak pada rongga dada... di dalam rongga dada terdapat cakra jantung didalam cakra jantung terdapat hati didalam hati terdapat sir... di dalam sir terdapat hati nurani
Mengapa hati yang sedemikian penting tidak dipergunakan secara maksimal ??
- Pendidikan yang kita dapati selama ini lebih mengarahkan kita kepada pendidikan untuk otak (seperti pelajaran matematika, fisika, ilmu bumi dll)
- Dalam hidup sehari-hari, hampir setiap saat kita mempergunakan otak dan jarang sekali mempergunakan hati (itupun kalau ada)
- Setiap kali kita mempunyai emosi negatif seperti marah, sedih, takut, kecewa dan sebagainya kita mengotori hati kita
- Dengan semakin banyaknya kotoran yang menumpuk didalam hati, maka hati akan semakin tertutup
- Setiap kali kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hati, maka hati akan menjadi semakin lemah


Mengapa Hati selalu mengenali kebenaran ??
- Karena hati sangat Khusus. Hanya Tuhan YME dan kita sendiri yang dapat mengAKSES hati kita oleh karena itu :
a. hanya kita yang dapat mengotori hati kita
b. hanya Tuhan YME yang dapat membersihkan dan membuka hati kita
- Tidak ada mahluk lain yang manapun yang dapat mengakses hati kita, termasuk malaikat, maupun mahluk suci/agung lainnya
- Oleh karena tidak ada mahluk lain yang dapat mengakses hati kita, maka tidak ada yang dapat mempengaruhi hati kita sehingga hati selalu mengali kebenaran
oleh karena itu janganlah kita takut untuk membuka hati.
catatan : Hati mengetahui kebenaran, tetapi bukan kebenaran sejati. Hanya HATI NURANI lah yang mengenali KEBENARAN SEJATI.


Berikut adalah Proses Membuka hati yang saya dapatkan di padmajaya : (mohon maaf mungkin saya tidak bisa menshare seluruh nya satu persatu) :) :
- Lebih mengenal hati
- Lebih mengenal hati / perasaan dan otak/pikiran
- Menguatkan hati
- Mengurangi dominasi otak
- Membuka hati dengan meditasi buka hati
- Menyadari berkat Tuhan YME di dalam hati
- Mengandalkan berkat Tuhan YME di dalam hati saat berdoa dan dalam hidup sehari-hari
- Membiarkan hati lebih dominan dalam hidup sehari-hari
- Memperoleh kebenaran dari hati
- Memanfaatkan hati untuk mengandalkan berkat Tuhan dalam hidup sehari-hari
- Membuka hati lebih lanjut kepada Tuhan YME
- Mengarahkan hati lebih baik kepada Tuhan YME
- Membuka gerbang Illahi lebih baik
- Membuka saluran ke hati lebih baik
- Membersihkan dan membuka hati lebih lanjut
- Masuk ke dalam hati
- Berdoa kepada Tuhan YME dari dalam hati
- Masuk ke dalam Hati nurani
- Menyadari kebenaran sejati dengan Hati Nurani
- Mengandalkan Berkat Tuhan lebih lanjut
- Membagikan Berkat Tuhan kepada sesama
- Persiapan hidup untuk mendekatkan diri kepada Tuhan


Hati&Perasaan VS Otak&Pikiran
Otak&Pikiran :
1. Mempergunakan salah 1 dari kelima indra
2. Berpikir
3. Mencari
4. Berusaha
5. Apabila terlalu banyak dipergunakan otak akan menjadi lebih kuat dan lebih berat
Hati&Perasaan :
1. Merasakan dengan hati
2. Menyadari
3. Menyadari
4. Santai, senyum dan mengandalkan Berkat Tuhan
5. Semakin digunakan semakin indah dan nikmat
EMOSI :
Marah,benci kesedihan ..... semakin diikuti semakin menjadi-jadi, semakin merusak perasaan dan suasana hidup
Dengan semakin kuat dan terbukanya hati, emosi-emosi negatif akan berkurang dan tidak mudah dipengaruhi oleh emosi negatif
Catatan :
- Berlatih hati, tidak membutuhkan bakat dan setiap orang mempunyai hati, jadi setiap orang akan bisa
- Tetapi, sebagian orang terkadang jarang sekali mengandalkan hati&perasaan dalam hidup sehari-hari ( mengandalkan emosi tidak sama dengan perasaan), maka terkadang akan butuh sedikit waktu untuk dapat merasakan perasaannya
- Adalah sangat umum apabila dalam beberapa latihan pertama anda tidak merasakan apapun. Apabila ini terjadi:
1. Janganlah membuka mata atau menghentikan latihan
2. Janganlah berusaha memperhatikan atau mendengarkan keadaan sekeliling
3. Tetap santai dan mengikuti latihan yang sedang dilakukan, maka secepat otak santai perasaan akan dapat merasakan apa yang sedang dilatih
- Butuh waktu :)
- Perasaan yang disebut disini adalah perasaan dari hati, jadi bukanlah perasaan dari kelima indra, jadi tidak sama dengan merasa : terjepit, pedas, asin, terhimpit, terinjak, panas
- Perasaan disini paling mirip dengan apa yg dirasakan saat anda senang/ bahagia (bukan saat tertawa terbahak-bahak karena saat itu anda lebih emosional)
- Latihan banyak kemiripan namun memiliki fungsi yang berbeda2 karena setiap latihan berfungsi untuk mengaktifkan dan menguatkan bagian tertentu dari hati agar hati dapat terbuka dengan sebaik-baiknya, karena hati adalah sesuatu yang dalam, jadi, harap tetap mengikuti dan melakukan dengan sebaik-baiknya walaupun merasa telah dapat melakukan latihan sebelumnya. Setiap kali melatih hati dengan sebaik-baiknya pastilah hati akan semakin terbuka dan lebih baik lagi. (tiap latihan pasti bermanfaat biarpun diulang sooo jangan ragu)
- Semua latihan yang diberikan sebenarnya hanyalah metoda alami untuk mengstimulasi hati dan mengandalkan berkat Tuhan YME. Bukan teknik yang diandalkan, melainkan kepasrahan dari hati kepada Tuhan YME Baca Selengkapnya...

________________________________________

Selasa, 12 April 2011

:________________________________________


WIRID MAKLUMAT JATI mengku 8 wiridan ;

1. Wirayat Jati
2. Laksita Jati.
3. Panunggal JAti.
4. Karana Jati.
5. Purba Jati.
6. Saloka Jati.
7. Sasmita Jati.
8. Wasa Jati.

8 Wiridan punika minangka Wedharing Ilmu Kebatosan.

" UILAHENG HONGMANGARCANA, MATAYA, AWIGNA MASTUNA MASHIDEM, UPAH MAYANA SIWAHA "

Suaroasipun : Dhuh hem adhuh, kawula manembah ing suksma, dununging panembah, sageda tinarimah lan angsal ganjaran saking kamirahanipun Sang Hyang Guru, ingkang mengku sakliring pepadhang.
 
Anenggih punika pituduh ingkang sanyata, anggelaraken dunung lan pangkating kawruh kasampurnan, wiwiwnih saking pamejangipun para wicaksana ing Nungsa Jawi, karsa ambuka pitedah kasajatining kawruh kasampurnan, tutladhan saking kitab TASAWUF. Panggelaring wejangan wau thukul sakingkaweningan raosing penggalih, inggih Cipta Sasmitaning Pangeran, rinilan ambuka wedharing pangandikaning Pangeran dhateng Nabi Musa Kalamolah, ingkang suraosipun mekaten " ING SABENER - BENERE MANUNGSA IKU KANYATAHANING PANGERAN, LAN PANGERAN IKU MUNG SAWIJI "

Pangandikaning Pangeran ungkang mekaten wau, inggih punika ingkang kawesharaken dados witing kawruh kasampurnan, ingkang lajeng kawedharaken para gurunadi dhateng para ingkang sami katarimah puruitanipun. Dene wonten kawruh wau, lajeng kadhapuk 8 papangkatan sarta pamejangipun sarana kawisikaken ing talingan kiwa, Mangertosipun asung pepenget bilih wedharing kawruh kasampurnan punika mboten kenging kawejangaken dhateng sok tiyanga, dene kengingipun kawejangaken namung dhateng tiyamh imgkang sampun pinaringan Ilhaming Pangeran, tegesipun tiyang ingkang sampun tinarbuka papadhanging budi pangangen-angenipun ( ciptanipun ).

Awit saking punika, pramila ingkang sami kasdu maos serat punika sayuginipun sinembuha nunuwun ing Pangeran, murih tinarbuka ciptaning saged anampeni saha angecupi suraosipun wejangan punika, awit suarosipun pancen kapara nyata yen saklangkung Gawat. Mila kasembadanipun saged angecupi punapa suraosing wejangan punika, inggih muhung dumunung ing ndalem Raosing Cipta kemawon. Mila inggih mboten kenging kangge wiraosing kaliyan ingkang sampun NUNGGIL RAOS, wedaling pangandika ugi mawia DUDUGI lan PRAMAYOGI, mangertosipun kedah angen mangsa lan empan papan saha sinamun ing lulungidaning basa.
Baca Selengkapnya...

________________________________________

Memahami Shalat Daim

:________________________________________



Sebelum kita memahami Shalat Daim, ada baiknya kita memahami apa sebenarnya arti dari kata Shalat itu. Arti daripada shalat adalah mengingat-ingat GUSTI ALLAH (Dzikrullah) di waktu duduk, berdiri dan melakukan aktivitas dalam kehidupan ini. Sedangkan kata Daim itu memiliki arti terus-menerus ataupun tak pernah putus.

Jadi, jika kedua kata itu digabungkan maka Shalat Daim itu berarti mengingat-ingat GUSTI ALLAH tanpa pernah putus. Atau Dzikrullah secara terus menerus. Salah satu contoh dari Shalat Daim dapat kita tauladani dari sejarah saat Sunan Bonang menggembleng Raden Mas Syahid sebelum bergelar Sunan Kalijaga.

Saat itu Sunan Bonang sudah mengajarkan apa yang dinamakan Shalat Daim pada Raden Mas Syahid. Bagaimana Shalat Daim itu? Pertama kali Sunan Bonang menyuruh Raden Mas Syahid untuk duduk, diam dan berusaha untuk mengalahkan hawa nafsunya sendiri.

Menurut ajaran dari Sunan Bonang, Shalat Daim itu hanya duduk, diam, hening, pasrah pada kehendak GUSTI ALLAH. Raden Mas Syahid tidak disuruh untuk dzikir ataupun melakukan ritual apapun. Apa rahasia dibalik duduk diam tersebut? Cobalah Anda duduk dan berdiam diri. Maka hawa nafsu Anda akan berbicara sendiri. Ia akan melaporkan hal-hal yang bersifat duniawi pada diri Anda. Hal itu semata-mata terjadi karena hawa nafsu kita mengajak kita untuk terus terikat dengan segala hal yang berbau dunia.

Awalnya, orang diam pikirannya kemana-mana. Namun setelah sekian waktu diam di tempat, akal dan keinginannya akhirnya melemas dan benar-benar tidak memiliki daya untuk berpikir, energi keinginan duniawinya lepas dan lenyap. Dalam kondisi demikian, manusia akan berada dalam kondisi nol atau suwung total. Karena ego dan hawa nafsu sudah terkalahkan.

Demikian juga dengan kondisi Raden Mas Syahid ketika bertapa di pinggir kali. Ia hanya pasrah dan tidak melakukan ritual apapun. Hanya diam dan hening. Hingga akhirnya Sunan Kalijaga bertemu dengan GURU SEJATINYA.

“BADANKU BADAN ROKHANI, KANG SIFAT LANGGENG WASESA, KANG SUKSMA PURBA WASESA, KUMEBUL TANPA GENI, WANGI TANPA GANDA, AKU SAJATINE ROH SAKALIR, TEKA NEMBAH, LUNGO NEMBAH, WONG SAKETI PADA MATI, WONG SALEKSA PADA WUTA, WONG SEWU PADA TURU, AMONG AKU ORA TURU, PINANGERAN YITNA KABEH….”

Lewat Suluk Wujil, Sunan Bonang sudah menjelaskan perihal Shalat Daim yaitu

UTAMANING SARIRA PUNIKI,
ANGRAWUHANA JATINING SALAT,
SEMBAH LAWAN PUJINE,
JATINING SALAT IKU,
DUDU NGISA TUWIN MAGERIB,
SEMBAH ARANEKA,
WENANGE PUNIKU, LAMUN ARANANA SALAT,
PAN MINANGKA KEKEMBANGING SALAT DAIM, INGARAN TATA KRAMA.

(Keutamaan diri ini adalah mengetahui HAKIKAT SALAT, sembah dan pujian. Salat yang sesungguhnya bukanlah mengerjakan salat Isya atau maghrib (shalat 5 waktu). Itu namanya sembahyang. Apabila disebut salat, maka itu hanya hiasan dari SALAT DAIM, hanya tata krama).

Shalat sejati tidak hanya mengerjakan sembah raga atau tataran syariat mengerjakan sholat lima waktu. Shalat sejati adalah SHALAT DAIM, yaitu bersatunya semua indera dan tubuh kita untuk selalu memuji-Nya dengan kalimat penyaksian bahwa yang suci di dunia ini hanya Tuhan: HU-ALLAH, DIA ALLAH. Hu saat menarik nafas dan Allah saat mengeluarkan nafas.

Lebih lanjut Sunan Bonang juga menjelaskan tentang cara melakukan Shalat Daim lewat Suluk Wujil, yaitu

PANGABEKTINE INGKANG UTAMI,
NORA LAN WAKTU SASOLAHIRA,
PUNIKA MANGKA SEMBAHE MENENG MUNI PUNIKU,
SASOLAHE RAGANIREKI,
TAN SIMPANG DADI SEMBAH,
TEKENG WULUNIPUN,
TINJA TURAS DADI SEMBAH,
IKU INGKANG NIYAT KANG SEJATI, PUJI TAN PAPEGETAN.

(Berbakti yang utama tidak mengenal waktu. Semua tingkah lakunya itulah menyembah. Diam, bicara, dan semua gerakan tubuh merupakan kegiatan menyembah. Wudhu, berak dan kencing pun juga kegiatan menyembah. Itulah niat sejati. Pujian yang tidak pernah berakhir).

Baca Selengkapnya...

________________________________________

Hakekat Ha Na Ca Ra Ka

:________________________________________


HA = Hana hurip wening suci
         (Adanya hidup adalah kehendak yang Maha Suci)

NA = Nur candra,gaib candra,warsitaning candara
         (harapan manusia hanya selalu ke sinar Ilahi)

CA = Cipta wening, cipta mandulu, cipta dadi
         (satu arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal)

RA = Rasaingsun handulusih
         (rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani)

KA = Karsaningsun memayuhayuning bawana
         (hasrat diarahkan untuk kesejahteraan alam)

DA = Dumadining dzat kang tanpa winangenan
         (menerima hidup apa adanya)

TA = Tatas, tutus, titis, titi lan wibawa
         (mendasar ,totalitas, satu visi, ketelitian dalam memandang  hidup)

SA = Sifat ingsun handulu sifatullah 
         (membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan)

WA = Wujud hana tan kena kinira
          (ilmu manusia hanya terbatas namun bisa juga tanpa batas)

LA  = Lir handaya paseban jati 
         (mengalirkan hidup semata pada tuntunan Ilahi)

PA  = Papan kang tanpa kiblat 
          (Hakekat Allah yang ada di segala arah)

DhA = Dhuwur wekasane endek wiwitane 
           (Untuk bisa di atas tentu dimulai dari dasar)

JA  = Jumbuhing kawula lan Gusti
         (selalu berusaha menyatu -memahami kehendakNya)

YA  = Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi
          (yakin atas titah /kodrat Ilahi)

NYA = Nyata tanpa mata, ngerti tanpa diuruki 
           (memahami kodrat kehidupan)

MA  = Madep mantep manembah mring Ilahi 
          (yakin - mantap dalam menyembah Ilahi)

GA  = Guru sejati sing muruki 
         (belajar pada guru sejati)

BA  = Bayu sejati kang andalani 
         (menyelaraskan diri pada gerak alam)

THA = Tukul saka niat 
         (sesuatu harus tumbuh dari niat)

NGA = Ngracut busananing manungso 
         (melepaskan egoisme pribadi-manusia)

Baca Selengkapnya...

________________________________________